Praktik dengan perjanjian, Senin–Minggu · Jakarta Selatan & Yogyakarta (sebulan sekali) · Lihat jadwal →
Ibu membacakan buku cerita untuk anak balita di sofa ruang keluarga
Foto: Vitaly Gariev / Unsplash

Edukasi · Tumbuh Kembang

Anak telat bicara: tanda yang perlu diperiksakan

Ditulis oleh dr. Kurniawan Satria Denta, M.Sc., Sp.A. · Terbit 13 Oktober 2026

"Nanti juga bisa bicara sendiri" adalah kalimat yang sering didengar orang tua. Memang setiap anak berkembang dengan kecepatannya sendiri. Tetapi ada tanda yang sebaiknya tidak ditunggu, karena makin dini penyebabnya diketahui, makin cepat anak mendapat dukungan yang tepat.

Tahapan bicara anak sesuai usia

Gambaran umum perkembangan bicara dan bahasa (setiap anak bisa sedikit lebih cepat atau lambat):

  • Sekitar 6 bulan: bersuara, tertawa, menoleh ke arah suara.
  • Sekitar 12 bulan: mengoceh dengan suku kata ("ba-ba", "ma-ma"), melambaikan tangan, menunjuk, memahami larangan sederhana.
  • Sekitar 18 bulan: mengucapkan beberapa kata bermakna dan menunjuk bagian tubuh atau benda saat ditanya.
  • Sekitar 2 tahun: kosakata bertambah pesat dan mulai merangkai 2 kata ("mama mandi", "mau susu"). Sekitar separuh ucapannya bisa dipahami orang lain.
  • Sekitar 3 tahun: berbicara dengan kalimat 3 kata atau lebih, bertanya, dan sebagian besar ucapannya dipahami orang lain.

Untuk memantau, bawa buku KIA saat kontrol. Dokter anak dapat melakukan skrining perkembangan, misalnya dengan KPSP, Denver II, atau M-CHAT sesuai usia dan kebutuhan.

Tanda anak telat bicara yang perlu diperiksakan

Periksakan anak bila:

  • Usia 12 bulan belum mengoceh, menunjuk, atau melambaikan tangan.
  • Usia 16 bulan belum ada satu kata bermakna.
  • Usia 20 bulan belum menunjuk untuk menunjukkan benda yang menarik perhatiannya, atau jarang berbagi perhatian dengan orang lain.
  • Usia 24 bulan belum bisa merangkai 2 kata sendiri (bukan sekadar meniru).
  • Usia 30 bulan ucapannya masih sulit dipahami orang tua, atau sering hanya mengulang ucapan orang lain.
  • Tidak menoleh saat dipanggil namanya, atau responsnya terhadap suara tidak konsisten.
  • Di usia berapa pun: kemampuan bicara atau bersosialisasi yang sebelumnya sudah ada menghilang.

Penyebab anak telat bicara

Penyebabnya beragam, dan sering lebih dari satu:

  • Gangguan pendengaran, termasuk yang ringan atau karena cairan di telinga tengah.
  • Gangguan bahasa ekspresif atau reseptif.
  • Gangguan perkembangan, termasuk gangguan spektrum autisme.
  • Gangguan pada organ mulut, misalnya kelainan langit-langit.
  • Kurang stimulasi atau interaksi, termasuk paparan layar yang berlebihan.

Karena penyebabnya berbeda-beda, penanganannya pun berbeda. Itu sebabnya pemeriksaan lebih bermanfaat daripada menunggu. Pemeriksaan bisa melibatkan dokter anak, tes pendengaran, dokter THT, psikolog, atau terapis wicara sesuai kebutuhan.

Cara menstimulasi bicara anak di rumah

  • Ajak bicara sepanjang hari. Ceritakan apa yang sedang Anda lakukan: "Sekarang kita pakai baju biru."
  • Bacakan buku bergambar setiap hari dan tunjuk gambarnya sambil menyebut namanya.
  • Beri jeda untuk anak menjawab. Tanggapi ocehan dan isyaratnya seolah sedang bercakap-cakap.
  • Perluas ucapannya. Bila anak berkata "bola", jawab "Iya, bola merah."
  • Batasi layar. Hindari layar untuk anak di bawah 2 tahun selain video call bersama keluarga, dan dampingi bila anak lebih besar menonton. Jauhkan HP dan TV saat makan dan bermain bersama.
  • Bernyanyi dan bermain bersama, misalnya cilukba atau lagu dengan gerakan tangan.

Lingkungan dua bahasa tidak menyebabkan telat bicara. Bila tanda waspada di atas muncul, anak tetap perlu diperiksa, apa pun bahasa yang digunakan di rumah.

Pertanyaan seputar anak telat bicara

Umur berapa anak dianggap telat bicara?

Tidak ada satu batas usia. Tanda waspada bisa muncul sejak 12 bulan (belum mengoceh atau menunjuk), 16 bulan (belum ada satu kata), hingga 24 bulan (belum merangkai 2 kata sendiri). Bila salah satunya terlihat, periksakan anak.

Anak 2 tahun belum bisa bicara, apakah perlu ke dokter?

Ya. Bila di usia 2 tahun anak belum merangkai 2 kata sendiri, sebaiknya diperiksakan agar penyebabnya, termasuk gangguan pendengaran, bisa diketahui sejak dini.

Apakah HP dan TV bisa membuat anak telat bicara?

Paparan layar berlebihan mengurangi waktu anak untuk bercakap dan bermain dengan orang tua, yang merupakan stimulasi utama bicara. Batasi layar dan perbanyak interaksi langsung.

Apakah anak yang diajak dua bahasa jadi telat bicara?

Tidak. Anak yang tumbuh dengan dua bahasa umumnya mencapai tahapan bicara pada waktu yang sama. Tanda waspada tetap perlu diperiksakan.

Apakah telat bicara pasti autisme?

Tidak. Telat bicara punya banyak kemungkinan penyebab. Dokter akan menilai perkembangan anak secara menyeluruh, termasuk kemampuan sosial dan pendengarannya.

Bila ingin membahas kondisi anak secara langsung

Setiap anak berbeda, dan tulisan ini tidak menggantikan pemeriksaan. Bila Anda ingin membahas perkembangan bicara si kecil, saya praktik dengan perjanjian di Klinik Utama KiDi Mampang dan Mayapada Hospital Kuningan di Jakarta Selatan, serta sebulan sekali di OpalKiDi Sleman, Yogyakarta. Jadwal terbaru ada di halaman jadwal praktik, dan layanan tumbuh kembang dijelaskan di halaman profil. Bila anak sedang sakit, baca juga demam anak dan imunisasi anak.

Ingin membahas kondisi anak Anda secara langsung? Jadwalkan konsultasi.

Referensi

Informasi di situs ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Jika anak mengalami kondisi gawat darurat, segera ke IGD terdekat atau hubungi 119.

Dengan perjanjianJadwalkan konsultasi