Praktik dengan perjanjian, Senin–Minggu · Jakarta Selatan & Yogyakarta (sebulan sekali) · Lihat jadwal →
Anak berbaring di pangkuan orang tua dengan plester penurun panas di dahi, tangan orang tua menenangkannya
Foto: wang binghua / Unsplash

Edukasi · Imunisasi

Demam setelah imunisasi: normal atau perlu ke dokter?

Ditulis oleh dr. Kurniawan Satria Denta, M.Sc., Sp.A. · Terbit 13 Oktober 2026

Malam setelah imunisasi, si kecil terasa hangat, rewel, dan bekas suntikannya kemerahan. Wajar bila orang tua khawatir. Sebagian besar reaksi ini justru tanda tubuh anak sedang membentuk perlindungan, dan bisa dirawat di rumah. Tulisan ini membahas reaksi yang wajar, cara merawatnya, dan tanda yang perlu diperiksakan.

Efek samping imunisasi yang wajar

Reaksi ringan setelah imunisasi (dalam istilah medis termasuk KIPI ringan) yang sering terjadi:

  • Demam ringan.
  • Rewel, lebih banyak tidur, atau nafsu makan menurun sementara.
  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak di bekas suntikan.

Reaksi ini biasanya muncul dalam 1–2 hari pertama dan hilang sendiri dalam 1–3 hari. Jenis dan waktu reaksinya bisa berbeda antarvaksin. Misalnya, setelah imunisasi campak-rubela (MR), sebagian anak baru demam ringan atau muncul ruam tipis sekitar 1–2 minggu kemudian.

Khusus BCG: beberapa minggu setelah imunisasi BCG, wajar muncul benjolan kecil yang kemudian bernanah di bekas suntikan. Jangan dipencet, jangan diberi salep atau obat apa pun. Cukup dijaga tetap bersih dan kering; bila perlu dibersihkan, gunakan kasa steril dan air matang, bukan kapas. Luka ini akan mengering sendiri dan meninggalkan bekas kecil.

Cara merawat anak demam setelah imunisasi

  • Ukur suhu dengan termometer digital. Anak disebut demam bila suhunya 37,5°C atau lebih diukur di ketiak. Cara mengukur yang benar ada di artikel demam anak.
  • Beri minum lebih sering. ASI tetap dilanjutkan. Bayi di bawah 6 bulan cukup ASI, atau susu formula bila ada indikasi, tanpa air putih atau minuman lain.
  • Pakaikan baju tipis dan biarkan anak beristirahat.
  • Obat penurun panas: bila anak demam atau tampak tidak nyaman, boleh diberi parasetamol sesuai dosis berat badan, umumnya 10–15 mg/kg per kali dengan jarak 4–6 jam. Tidak perlu memberi parasetamol sebelum imunisasi sebagai pencegahan.
  • Bekas suntikan yang nyeri boleh dikompres dengan kain bersih yang dibasahi air biasa. Jangan dipijat, diurut, atau dibalur ramuan.

Mitos seputar imunisasi yang perlu diluruskan

  • "Kalau tidak demam, vaksinnya tidak bekerja." Tidak benar. Banyak anak tidak demam sama sekali, dan perlindungannya tetap terbentuk.
  • "Anak batuk pilek ringan tidak boleh diimunisasi." Batuk pilek ringan atau demam ringan umumnya bukan halangan. Dokter akan memeriksa anak dulu sebelum imunisasi.
  • "Beberapa vaksin sekaligus membebani daya tahan tubuh." Pemberian beberapa vaksin dalam satu kunjungan aman sesuai rekomendasi IDAI, dan membuat anak lebih cepat terlindungi.
  • "Jadwal terlewat harus diulang dari awal." Tidak perlu. Imunisasi cukup dilanjutkan dengan jadwal kejar sesuai anjuran dokter. Jadwal lengkapnya ada di halaman imunisasi anak.

Kapan demam setelah imunisasi perlu ke dokter?

Periksakan anak bila:

  • Bayi berusia di bawah 3 bulan dengan suhu 37,5°C atau lebih diukur di ketiak. Periksakan hari itu juga.
  • Demam berlangsung lebih dari 2 hari setelah imunisasi.
  • Bengkak dan kemerahan di bekas suntikan makin meluas, atau tidak membaik setelah 3 hari.
  • Anak menangis terus dan tidak bisa ditenangkan selama 3 jam atau lebih.
  • Benjolan BCG sangat besar, atau muncul benjolan di ketiak.

Tanda bahaya: kapan langsung ke IGD

Segera ke IGD terdekat atau hubungi 119 bila muncul:

  • Bengkak di bibir, wajah, atau kelopak mata, biduran di banyak tempat, atau sesak napas, terutama dalam beberapa menit hingga jam setelah imunisasi. Karena itulah anak diminta menunggu sekitar 30 menit di fasilitas kesehatan setelah disuntik.
  • Kejang.
  • Anak sangat lemas, sulit dibangunkan, atau tidak merespons seperti biasa.
  • Tidak mau minum sama sekali atau jarang buang air kecil.

Pertanyaan seputar demam setelah imunisasi

Berapa lama demam setelah imunisasi biasanya berlangsung?

Umumnya 1–2 hari, dan reaksi ringan lain hilang dalam 1–3 hari. Bila demam lebih dari 2 hari, periksakan anak ke dokter.

Bolehkah memberi parasetamol sebelum imunisasi?

Tidak perlu. Parasetamol diberikan bila anak sudah demam atau tampak tidak nyaman setelah imunisasi, dengan dosis sesuai berat badan.

Apakah anak yang tidak demam setelah imunisasi tetap terlindungi?

Ya. Demam bukan tanda keberhasilan vaksin. Banyak anak tidak demam sama sekali dan tetap terbentuk kekebalannya.

Bekas suntikan BCG bernanah, apa yang harus dilakukan?

Itu reaksi yang wajar. Jangan dipencet atau diberi obat apa pun. Jaga tetap bersih dan kering, dan bila perlu bersihkan dengan kasa steril dan air matang. Periksakan bila benjolan sangat besar atau muncul benjolan di ketiak.

Anak sedang batuk pilek, boleh tetap imunisasi?

Batuk pilek ringan atau demam ringan umumnya bukan halangan. Dokter akan memeriksa anak terlebih dahulu dan menentukan apakah imunisasi bisa diberikan hari itu.

Bila ingin membahas kondisi anak secara langsung

Tulisan ini tidak menggantikan pemeriksaan. Bila Anda ingin mengecek kelengkapan imunisasi atau membahas reaksi setelah imunisasi, saya praktik dengan perjanjian di Klinik Utama KiDi Mampang dan Mayapada Hospital Kuningan di Jakarta Selatan, serta sebulan sekali di OpalKiDi Sleman, Yogyakarta. Jadwal terbaru ada di halaman jadwal praktik. Bawa buku KIA atau catatan imunisasi anak saat kontrol.

Ingin membahas kondisi anak Anda secara langsung? Jadwalkan konsultasi.

Referensi

Informasi di situs ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Jika anak mengalami kondisi gawat darurat, segera ke IGD terdekat atau hubungi 119.

Dengan perjanjianJadwalkan konsultasi